Konfigurasi Dasar Sistem Kendali: Sistem Kendali Lingkar Terbuka dan Sistem Kendali Lingkar Tertutup
Dalam mempelajari sistem kendali, harus dipahami lebih dulu mengenai konfigurasi dasar sistem kendali itu sendiri. Sistem kendali memiliki 2 jenis konfigurasi dasar, yaitu sistem kendali lingkar terbuka dan sistem kendali lingkar tertutup.
Sistem Kendali Lingkar Terbuka (Open-Loop Control System)
Sistem kendali lingkar terbuka menghasilkan keluaran (output) hanya berdasarkan masukan (input) yang telah diberikan tanpa adanya umpan balik (feedback). Berdasarkan hal tersebut, sistem kendali lingkar terbuka tidak dapat mengoreksi sistem itu sendiri saat terdapat disturbance sehingga sulit untuk mencapai keluaran yang sesuai dengan yang diinginkan. Berikut adalah contoh diagram blok sederhana dari sistem kendali lingkar terbuka:
![]() |
| Diagram Blok Sistem Kendali Lingkar Terbuka |
Contoh penerapan sistem kendali lingkar terbuka terdapat pada mesin cuci. Mesin cuci tidak memiliki umpan balik dari keluarannya yang berupa kebersihan pakaian sehingga mesin cuci hanya mengandalkan masukan berupa durasi pencucian terlepas hasil pakaiannya bersih atau tidak.
Sistem Kendali Lingkar Tertutup (Closed-Loop Control System)
Berbeda dengan sistem kendali lingkar terbuka, sistem kendali lingkar tertutup memiliki umpan balik untuk mengoreksi disturbance serta membandingkan keluaran yang dihasilkan dengan masukan. Hal tersebutlah yang membuat sistem kendali lingkar tertutup dapat mencapai keluaran sesuai dengan yang diinginkan. Berikut adalah contoh diagram blok sederhana dari sistem kendali lingkar tertutup:
![]() |
| Diagram Blok Sistem Kendali Lingkar Tertutup |
Contoh penerapan sistem kendali lingkar tertutup terdapat pada Air Conditioner (AC). AC memiliki umpan balik berupa hasil pengukuran temperatur ruangan. AC akan bekerja lebih ekstra jika hasil pengukurannya masih jauh dari temperatur yang diinginkan, sebaliknya AC akan bekerja lebih santai dan hanya berusaha mempertahankan temperatur jika hasil pengukurannya telah mencapai temperatur yang diinginkan.
Referensi:
- Katsuhiko Ogata. (2010). Modern Control Engineering.
- Norman S. Nise. (2011). Control Systems Engineering.


