Dua Jenis Sumber Pada Rangkaian Listrik: Sumber Bebas dan Sumber Tidak Bebas
Salah satu komponen paling penting dalam rangkaian listrik adalah sumber listrik yang berfungsi untuk menyuplai arus atau tegangan pada rangkaian listrik. Sumber listrik sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sumber bebas (independent source) dan sumber tidak bebas (dependent source).
Sumber Bebas
![]() |
| Simbol Sumber Bebas |
Sumber bebas merupakan sumber arus atau sumber tegangan yang tidak dipengaruhi oleh nilai arus atau tegangan pada komponen lain dalam rangkaian listrik. Contoh nyata sumber bebas adalah baterai.
Sumber Tidak Bebas
![]() |
| Simbol Sumber Tidak Bebas |
Sumber tidak bebas disebut juga sebagai sumber terkendali (controlled source) merupakan sumber arus atau sumber tegangan yang dipengaruhi oleh nilai arus atau tegangan pada komponen lain dalam rangkaian listrik. Sumber tidak bebas dapat dibedakan lagi menjadi 4, yaitu:
- Voltage-Controlled Voltage Source (VCVS)
VCVS merupakan sumber tegangan yang dipengaruhi oleh nilai tegangan pada komponen lain. Contoh penggunaan VCVS yaitu pada pemodelan rangkaian penguat tegangan (voltage amplifier). - Current-Controlled Voltage Source (CCVS)
CCVS merupakan sumber tegangan yang dipengaruhi oleh nilai arus pada komponen lain. Contoh penggunaan CCVS yaitu pada pemodelan rangkaian penguat transresistansi (transresistance amplifier). - Voltage-Controlled Current Source (VCCS)
VCCS merupakan sumber arus yang dipengaruhi oleh nilai tegangan pada komponen lain. Contoh penggunaan VCCS yaitu pada pemodelan rangkaian penguat transkonduktansi (transconductance amplifier). - Current-Controlled Current Source (CCCS)
CCCS merupakan sumber arus yang dipengaruhi oleh nilai arus pada komponen lain. Contoh penggunaan CCCS yaitu pada pemodelan rangkaian penguat arus (current amplifier).
Untuk lebih memahami perbedaan sumber bebas dan sumber tidak bebas dapat melihat contoh soal rangkaian listrik berikut:
![]() |
| Tentukan nilai I. |
Berdasarkan contoh soal tersebut, terdapat sumber bebas berupa sumber tegangan bebas dan sumber tidak bebas berupa CCCS yaitu sumber arus tidak bebas yang dipengaruhi arus yang melalui resistor 4 Ω. Nilai arus yang dihasilkan CCCS pada contoh soal tersebut adalah sebesar 2I atau dua kali arus yang melalui resistor 4 Ω.
Untuk menentukan nilai I dapat menggunakan Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff. Hukum Ohm digunakan untuk menentukan persamaan tegangan pada resistor 4 Ω sebagai berikut:
Kemudian Hukum I Kirchhoff digunakan untuk menentukan persamaan arus pada resistor 4 sebagai berikut:
Persamaan di atas menunjukkan bahwa arah arus I dan arus yang melewati resistor 2 Ω memiliki arah yang saling berlawanan. Menggunakan Hukum II Kirchhoff, tegangan pada resistor 2 Ω dapat ditentukan sehingga persamaan di atas menjadi sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan (1) dan (2), nilai i dapat dihitung sebagai berikut:
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, nilai i adalah sebesar 5 A dengan arah sesuai pada gambar rangkaian listrik.
Referensi:
- Charles K. Alexander dan Matthew N. O. Sadiku. (2013). Fundamentals of Electric Circuits.
- Adel S. Sedra dan Kenneth C. Smith. (2015). Microelectronic Circuits.
.jpg)



Komentar
Posting Komentar